Kamis, 22 Januari 2009

Lebih asik dengan Musik


Oleh : Nurfalah Hidayat

Judul Novel : Menuju LangitMu
Penulis : Aji Musadiq
Penerbit : Ufuk Publishing House
Tahun : 2008
Jumlah halaman : 252

Terasa takjub dan begitu menyentuh hati membuat pembaca dapat mengekspresikan dirinya dengan dimensi cerita yang dibawakan seakan alunan musik mengiringi jalannya cerita. Tokoh-tokohnya dipaparkan begitu hidup dengan latar sebuah kota kecil. Novel yang diangkat dari kisah nyata tersebut menceritakan perjalanan hidup seorang pemuda yang sedang menempuh kuliah. Cerita tersebut berlandaskan pencarian cinta sejati. Gaya bahasa yang disajikan penulis terasa mengalir dengan pergaulan gaya hidup zaman sekarang karena ungkapan kata-katanya cocok untuk anak muda. Selain itu, jika dibandingkan dengan novel-novel sejenisnya, terasa unik dan berbeda. Dalam setiap cerita yang berkaitan dengan pesan singkat akan nampak tampilan ilustrasi layaknya layar hendphone. Beberapa bab diberi ilustrasi yang menghubungkan cerita. Terasa berbeda jika pembaca menjelajahi ceritanya.
Hidup seorang diri jauh dari keluarga merupakan perjalanan Odan, pemuda metropolitan yang menempuh kuliah di universitas FISIP Unpad Bandung. Aktipitas sehari-harinya selain kuliah berkumpul dengan teman-teman band-nya. Kemenarikan dari kelompok Odan CS, gaul ala remaja sekarang yang banyak terpengaruh teknologi terkini. Odan adalah jomboan sejati yang suatu hari ia menemukan bidadari yang belum pernah ia temui. Wanita itu namanya Keysa, teman kuliahnya Ade, tetangga kosanya Odan. Sejak pertama kali bertemu, Odan dan Keysa mulai akrab dan asmara yang terpendam dalam hati Odan meminta Ade menyomblanginya dengan Keysa. Satu bulan telah berlalu, pedekate Odan terus berjalan, ia belum bisa mengatakan kata-kata yang ditunggu, i love you. Karena keterlambatannya itu Odan mendapat kekecewaan dari Keysa yang ternyata dia berpaling pada pemuda lain yang bernama Genta. Odan benar-benar syok, seakan setengah nyawanya telah mati. Di saat jadwal kuliahnya kosong, Odan selalu merasakan bete. Kebetulan pada waktu itu ia dipanggil untuk pulang oleh keluarganya. Odan mendapatkan kabar bahwa Zahra sahabat sejak kecilnya sedang sakit.
Penulis benar-benar membawa pembaca ke jalan cerita yang mengalir. Setiap bab-nya dipaparkan dengan tanpa ada jeda yang menggolongkan bab cerita. Rangkaian cerita tersebut beralurkan campuran dengan anding yang berisikan penyesalan. Keunikan dari buku tersebut, ilustrasi yang mendeskrifsikan jalan cerita dan alunan beberapa hit top musik indonesia mengalir menyertai cerita. Terasa menjiwai cerita saat musik itu berlaga. Musik terasa menyatu apabila pembaca tahu dan hapal akan lagu-lagu yang diterapkannya. Garis besar cerita tersebut sangat menarik dan cocok buat kalangan remaja. Tetapi ada beberapa kelebihan yang bisa menjadi kekurangan buku tersebut. Yaitu tidak akan terasa menjiwai jika pembaca tidak tahu dan tidak hapal dengan lagu-lagu yang ada di dalamnya. Satu tip buat pembaca yang ingin merasakan kejiwaan dari novel itu dengan menyiapkan mp3 lagu-lagu pop indonesia.
Dalam ceritanya penulis merangkaikan sebuah pesan yang dibalut dengan cerita pencarian cinta sejati yang mana cinta itu tidak akan pergi jauh. Cinta itu ada disamping hidupnya seorang tokoh. Cinta yang mengalir dan tulus. Cinta yang telah ditentukan oleh Maha Kuasa.

Moral yang Tinggi Menyentuh Hati


Judul : Ketika Cinta Tak Mau Pergi
Penulis : Nadhira Khalid
Penerbit : Lingkar Pena Publishing House, 2007
Tebal : 306 halaman
Sekilas dengan mendengar judulnya, pembaca akan terkesima bahwa buku tersebut searah dengan sebuah buku yang sedang nge-trend dikalangan masyarakat yang isunya akan difilmkan. Tapi jauh dari pikiran pembaca, buku tersebut sangat berbeda terutama dalam segi kebudayaan. Namun tema yang digarap penulis sama yaitu tentang cinta. Satu kata yang bisa membuat setiap orang terlena dan merupakan hal yang membuat dirinya berada diantara suka dan duka. Kebahagiaan dan penderitaan seakan manis seperti madu dan pahit bagai empedu.
Buku ini menuntun seorang keturunan bangsawan dalam merenggut cintanya. Tiada lain yaitu Laku Kertiaji yang tinggal di kampung Presak Bat. Sejak kecil bangsawan yang tinggal nama itu menyukai seorang gadis yang mana teman sepermainannya yang bernama Sahnin gadis kampung sebelah, Prepak Timuq. Mereka sering bertemu di dekat pohon asam. Pohon tersebut merupakan batas antara kedua kampung tersebut yang kokon dulu pernah menyatu. Setiap pertemuan yang mereka janjikan tak lepas dari pendampingnya masing-masing, Kertiaji bersama adiknya, Lalu Ratmaji, dan Sahnim ditemani sepupunya, Hasanah. Di sanalah awal kedekatan mereka yang menyimpan rasa salin menyukai hingga bertambah usia cintanya semakin kuat.
Di sisi lain kedua kampung tersebut tergoncangkan akibat ulah adu domba yang dilakukan salah satu anggota DPRD di Lombok, Wajedi Iskandar. Dia ingin menguasai tanah kedua kampung itu yang dibalik semua itu dia mencium potensi menggiurkan yaitu hasil bumi batu apung. Sementara, kisah cinta Kertiaji dan Sahnim beranjal dalam tahap serius. Kertiaji berniat menyunting Sahnim menjadi pendamping hidupnya. Namun saat midah, Ismuhadi ayah Sahnim menolaknya karena sebuah luka sakit hatinya masih tersimpan terhadap kebangsawanan membuat Iskandar benci pada bangsawan. Padahal Laku Kertiaji hanya bangsawan yang tinggal gelar saja. Hidupnya miskin.
Ditolak niatnya untuk menikahi Sahnim oleh keluarganya, timbul rasa brutal ingin dengan membawa Sahnim kawin lari dengan nekat menculik Sahnim ke rumah pamanny. Ismuhadi tak terima. Dengan Japa orang yang menambil simpatinya agar Sahnim dinikahkan dengannya mereka bersama warga Persak Timuq datang untuk mengambil Sahnim kembali. Akhirnya perang antar kampung pun terjadi meluluh lantahkan kampung Persak Bat. Cinta mereka tertunda saat Kertiaji dan keluarganya harus hijrah ke Sumbawa yang merupakan program pemerintah untuk memisahkan kedua kampung tersebut yang selalu beselisih dan menimbulkan korban.
Cerita ini membuat pembaca dibawa dalam gejolak hati yang mengendap menjadi dendam. Dengan bahasa yang mengalir penulis membawa pembaca pada kebudayaan tradisional yang kental melekat di kehidupan masyarakat Sasak.
Membaca buku tersebut seakan menghapal bahasa Sasak. Dibutuhkan ketelitian saat membaca setiap konfliknya. Tokoh-tokoh yang berlaga di dalamnya dapat membuat pembaca bepikir dua kali karena gelar "lalu" sebagai kehormatan bangsawan Sasak begitu banyak diterapkan dalam tokoh-tokohnya. Selebihnya pembaca diajak dalam mengambil keputusan yang tepat. Senandung cinta yang sangat melekat menggambarkan kekuatan cinta yang sangat dasyat.
Inilah novel yang menyentuh hati orang-orang yang berhias dengan cinta, dimana cinta bukan sekedar untuk dipermainkan tetapi merupakan kehormatan bagi insan-insan pecinta sejati yang tulus dan terurai dari hati. Pesan moralnya begitu kua membuat pembaca sadar akan keegoan, kedudukan, kekayaan dan gengsi. Penulis pun menyisipkan cara berpikir dewasa yang bisa memotivasi pembaca khususnya pemuda dan remaja yang beranjak dewasa.